Waspada! Sungai di Sawangan Depok Mengalir Deras Usai Hujan Lebat



Hujan deras yang mengguyur Depok sejak Selasa sore menyebabkan aliran sungai di wilayah Sawangan meningkat drastis. Meski belum sampai merendam rumah warga, derasnya arus air menimbulkan kekhawatiran dan siaga dini di sejumlah titik.

Depok 06 Mei 2025 — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Depok Sawangan sejak Selasa (6/5) siang hingga malam hari menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah Sungai yang terlintas di daerah Depok Sawangan, termasuk Sungai Pesanggrahan yang melintasi kawasan Sawangan. Aliran sungai terpantau mengalir deras dan mendekati ambang tanggul dan ada berapa titik yang sudah melewati batas tanggul Sungai sehingga meluap pada Selasa (6/5) dini hari, sehingga memicu kekhawatiran warga sekitar akan potensi banjir mendadak.

Dari pantauan di beberapa titik, aliran sungai menunjukkan peningkatan volume sejak pukul 23.00 WIB. Debit air terus naik seiring hujan yang tidak kunjung reda hingga melewati tengah malam. Aliran deras disertai suara gemuruh air terdengar jelas dari permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai. Meskipun air belum sampai meluap ke dalam rumah warga, kondisi ini dianggap cukup berisiko untuk warga sekitar bantran sungai, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas yang sama.

Material seperti ranting pohon, dedaunan, dan sampah domestik terbawa arus sungai, menyebabkan air tampak keruh dan sesekali menyentuh permukaan jalan di beberapa area terbuka yang tidak berpagar. Genangan juga terlihat di beberapa titik jalan kecil yang berada lebih rendah dari permukaan sungai. Beberapa warga terlihat berjaga di depan rumah, memantau kondisi air sambil menyalakan penerangan tambahan.

Hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Depok sejak siang hari berlangsung secara konsisten, tanpa jeda berarti. Kondisi cuaca tersebut mempercepat peningkatan volume sungai. Kawasan Sawangan yang memang memiliki kontur rendah menjadi salah satu wilayah paling rawan terdampak luapan air dari sungai-sungai kecil maupun besar.

Di beberapa arus lalu lintas di sekitar Jalan Raya Muchtar dan sejumlah jalan lingkungan lainnya sempat melambat karena permukaan jalan tergenang air setinggi mata kaki. Pengendara sepeda motor terlihat lebih waspada, terutama karena penerangan jalan yang minim membuat genangan air sulit terlihat dengan jelas dan terjadi kemacetan akibat di Jalan Raya Muchtar.

Hingga pukul 17.30 WIB, hujan mulai reda, namun aliran sungai masih deras. Meski tidak ada laporan kerusakan atau korban, warga diminta tetap siaga. Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologis yang sering terjadi saat musim hujan.

Peningkatan curah hujan yang ekstrem dalam waktu singkat dinilai menjadi faktor utama naiknya debit sungai. Jika intensitas hujan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, potensi luapan yang lebih besar tidak dapat diabaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini