Kondisi Perairan Setu Babakan: Upaya Pelestarian dan Tantangan yang Dihadapi

Jakarta, 18 Maret 2025 – Setu Babakan, yang terletak di Jakarta Selatan, dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Betawi. Namun, di balik fungsinya sebagai kawasan wisata budaya, perairan setu ini juga memiliki peran penting dalam ekosistem kota. Dengan luas sekitar 30 hektare, Setu Babakan berfungsi sebagai daerah resapan air serta habitat berbagai jenis ikan. Meskipun demikian, kualitas air dan pengelolaannya terus menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat sekitar.

Saat ditemui di lokasi, salah satu petugas pengelola Setu Babakan, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa kondisi air di setu tersebut masih tergolong cukup baik. Namun, ia juga menekankan bahwa perubahan warna air bisa terjadi karena faktor cuaca dan aktivitas masyarakat sekitar. “Setu ini masih relatif bersih, tapi terkadang airnya berubah warna akibat hujan deras yang membawa sedimentasi dari lingkungan sekitar,” ujar Ahmad.

Selain sebagai tempat resapan air, Setu Babakan juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting. Fauzi menambahkan bahwa perairan setu ini digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk budidaya ikan dan rekreasi air seperti perahu wisata. “Kami juga mengembangkan ekowisata di sini. Beberapa warga sekitar menggantungkan hidupnya dari memancing atau budidaya ikan seperti nila, mujair, dan lele,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai keamanan perairan bagi wisatawan, Fauzi menegaskan bahwa Setu Babakan tidak diperuntukkan untuk berenang. “Kedalaman airnya bisa bervariasi, dan ada sedimentasi di dasar setu yang membuatnya kurang aman. Oleh karena itu, kami tidak merekomendasikan wisatawan untuk berenang di sini,” jelasnya.

Namun, tantangan terbesar dalam menjaga kebersihan perairan ini adalah sampah dan limbah yang masih ditemukan di beberapa titik. Menurut Fauzi, pihak pengelola telah memasang jaring sampah dan melakukan pembersihan rutin, tetapi partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci utama. “Kami selalu mengedukasi pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran ini yang harus terus kita jaga,” katanya.

Upaya pelestarian Setu Babakan terus dilakukan dengan berbagai program, mulai dari penanaman tumbuhan air untuk menjaga keseimbangan ekosistem hingga sosialisasi kepada warga sekitar tentang pentingnya menjaga kualitas air. Pemerintah setempat juga bekerja sama dengan komunitas pecinta lingkungan untuk memastikan bahwa Setu Babakan tetap menjadi kawasan hijau yang berfungsi optimal.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan Setu Babakan tidak hanya menjadi pusat budaya Betawi tetapi juga ekosistem perairan yang tetap terjaga kelestariannya. “Kalau airnya tetap bersih, manfaatnya bisa dirasakan oleh semua orang, baik itu warga, wisatawan, maupun lingkungan sekitarnya,” pungkas Fauzi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini