Curug Kembar Sukamakmur Diserbu Wisatawan: Keindahan Alam di Tengah Rimbunnya Hutan Bogor
Curug Kembar Sukamakmur di Kabupaten Bogor menjadi destinasi favorit para pelancong lokal pada pertengahan Mei 2025. Dua aliran air terjun yang jernih, udara sejuk, serta pemandangan hutan lebat menarik ratusan wisatawan setiap akhir pekan, meski jalur menuju lokasi masih cukup ekstrem.
Jakarta, 20 Mei 2025 — Pesona Curug Kembar Sukamakmur, salah satu air terjun tersembunyi di Kabupaten Bogor, kembali ramai diserbu wisatawan pada pekan kedua Mei 2025. Letaknya yang berada di kawasan perbukitan dan dikelilingi hutan rimbun tak menyurutkan antusiasme pengunjung, yang justru datang untuk mencari ketenangan dari hiruk-pikuk kota.
Menurut pantauan di lapangan pada Minggu (18/5), ratusan wisatawan dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, dan Bekasi memadati area wisata sejak pagi hari. Mereka datang membawa perlengkapan piknik, kamera, dan sebagian bahkan bermalam menggunakan tenda.
“Kami sengaja datang lebih pagi karena jalur ke sini cukup menantang. Tapi begitu sampai, semua terbayar. Suasananya tenang, airnya bersih, dan tidak seramai tempat wisata lain,” ujar Sigit (32), pengunjung asal Bekasi yang datang bersama keluarganya.
Curug Kembar menawarkan pemandangan dua aliran air terjun sejajar yang jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter, berpadu dengan kolam alami berair dingin di dasarnya. Daya tarik utama tempat ini adalah kealamiannya—tidak banyak bangunan permanen, suara serangga masih mendominasi, dan pepohonan besar menaungi sebagian besar area.
Meski demikian, akses menuju Curug Kembar masih menjadi tantangan. Jalur setapak yang licin saat hujan, belum adanya pagar pengaman di beberapa titik tebing, serta minimnya papan penunjuk arah menjadi perhatian para pengunjung.
Kepala Desa Sukamakmur, Dede Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor untuk perbaikan akses jalan dan peningkatan fasilitas dasar.
“Kami bersyukur Curug Kembar mulai dikenal luas, tapi keselamatan tetap yang utama. Beberapa jalur akan diperbaiki dan pos jaga akan ditambah menjelang libur sekolah bulan depan,” ujarnya.
Sementara itu, petugas dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat telah ditempatkan untuk memantau keramaian dan memberikan imbauan soal kebersihan serta keselamatan. Sampah plastik menjadi salah satu perhatian serius, meski saat ini pengunjung relatif disiplin dalam menjaga lingkungan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor mencatat peningkatan kunjungan wisata alam di daerah tersebut mencapai 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan Curug Kembar menjadi salah satu titik lonjakan tertinggi.
“Ini peluang sekaligus tanggung jawab. Kami akan dorong ekowisata yang aman, terkelola, dan tetap alami,” kata Plt. Kadispar Bogor, Rina Sukmawati.
Hingga berita ini ditulis, Curug Kembar masih menjadi primadona baru yang menjanjikan pengalaman alam otentik, meski masih memerlukan sentuhan infrastruktur dan pengelolaan yang lebih maksimal.

Komentar
Posting Komentar