Hujan Deras Guyur Sejak Siang, Air Sungai Meluap dan Hampir Sampai Ke Permukiman Warga di Sawangan Depok



Intensitas hujan tinggi sejak Selasa siang menyebabkan air Sungai Pesanggrahan di wilayah Sawangan, Depok, meluap hingga mendekati permukiman warga. Meski belum sampai merendam rumah, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan kesiapsiagaan warga meningkat.

 

Depok 06 Mei 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sawangan, Depok, sejak Selasa siang (6/5) menyebabkan debit air Sungai Pesanggrahan meningkat drastis hingga meluap ke badan jalan dan lahan di sekitar bantaran sungai. Meski air belum masuk ke rumah-rumah warga, kondisi ini membuat masyarakat setempat bersiaga menghadapi potensi banjir susulan.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, air sungai mulai melimpas ke tepi, membasahi jalan-jalan kecil yang berada di dekat aliran utama. Beberapa area terbuka seperti kebun dan pekarangan juga terlihat tergenang setinggi mata kaki. Di sejumlah titik, aliran air tampak deras dan membawa ranting serta sampah dari hulu.

“Biasanya air masih jauh dari permukiman kalau hujan seperti ini, tapi malam ini terasa berbeda. Debitnya naik sangat cepat, kami sempat panik,” ujar Darto (51), warga RW 03 Kelurahan Pondok Petir.

Menurut warga, hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hampir tanpa jeda hingga malam. Derasnya hujan menyebabkan permukaan sungai naik lebih dari satu meter dibandingkan kondisi normal. Beberapa warga yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai tampak memindahkan kendaraan dan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk berjaga-jaga.

“Saya sudah biasa lihat sungai naik kalau hujan, tapi kali ini lebih tinggi. Kalau lewat tengah malam masih hujan, bukan nggak mungkin air bisa masuk halaman,” kata Siti (38), ibu rumah tangga.

Kekhawatiran warga meningkat karena sebelumnya wilayah tersebut pernah mengalami banjir pada tahun-tahun sebelumnya saat curah hujan ekstrem. Walau saat ini belum ada rumah yang terendam, warga menyatakan tetap berjaga sepanjang malam untuk mengantisipasi kemungkinan buruk.

Arus lalu lintas di beberapa jalan kecil seperti Jalan Kampung Rawa Geni dan Jalan Palem mengalami gangguan akibat genangan dari luapan sungai yang melintasi badan jalan. Pengendara motor terlihat ekstra hati-hati saat melintasi area tergenang, terutama di titik tikungan yang minim penerangan.

Beberapa warga menyebut bahwa belum ada penanganan langsung dari pihak berwenang, namun mereka masih bisa mengendalikan situasi secara swadaya. Mereka memasang penghalang sementara dari karung pasir dan membuat jalur air agar tidak meluber ke arah rumah.

Hingga pukul 18.30 WIB, hujan mulai mereda, namun aliran sungai masih menunjukkan peningkatan volume. Warga berharap cuaca membaik dalam beberapa jam ke depan untuk mencegah banjir yang lebih luas.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jabodetabek selama beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini