Dari Hobi Jadi Aksi: Komunitas Pecinta Alam Bergerak untuk Sungai
Berawal dari keprihatinan atas kondisi sungai yang tercemar, Pandawara Group menjelma menjadi simbol gerakan anak muda peduli lingkungan. Dari konten viral di media sosial hingga aksi nyata di lapangan, mereka menginspirasi ribuan orang untuk turut menjaga sungai dan danau Indonesia.
Jakarta, 27 Mei 2025 — Nama Pandawara Group kini tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Komunitas pecinta lingkungan asal Bandung ini viral di media sosial berkat aksi-aksi bersih-bersih sungai yang terekam apik dalam konten video mereka. Namun lebih dari sekadar konten, Pandawara telah menegaskan diri sebagai penggerak nyata perubahan lingkungan, terutama di kawasan perairan yang tercemar.
Dalam kurun waktu satu tahun, Pandawara telah melakukan bersih-bersih di lebih dari 30 titik sungai dan danau yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. Aksi mereka tidak hanya mengundang perhatian netizen, tetapi juga melibatkan ribuan relawan yang tergerak secara sukarela. Dalam setiap aksi, mereka berhasil mengumpulkan rata-rata 3 hingga 5 ton sampah, didominasi oleh limbah plastik rumah tangga.
“Kami bukan aktivis profesional. Kami cuma lima orang sahabat yang prihatin melihat sungai penuh sampah dan ingin melakukan sesuatu,” ujar salah satu pendiri Pandawara Group, Hasbi Faizal, dalam wawancara di sela kegiatan “Bersih Sungai Bekasi” (25/5).
Fenomena Pandawara menunjukkan transformasi komunitas dari sekadar penikmat alam menjadi pelaku perubahan. Mereka menggabungkan kekuatan media sosial dan aksi nyata. Video-video mereka yang memperlihatkan kondisi sungai sebelum dan sesudah dibersihkan mendapat jutaan tayangan, menciptakan efek viral yang menularkan semangat kepada publik.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia memproduksi sekitar 68 juta ton sampah per tahun, dengan sekitar 17% di antaranya berakhir di badan air. Sungai menjadi korban utama, karena menjadi tempat pembuangan limbah domestik yang tidak terkelola. Peran komunitas seperti Pandawara menjadi penting di tengah keterbatasan upaya pemerintah.
Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, bahkan menyebut Pandawara dalam pidatonya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024. “Gerakan seperti Pandawara adalah contoh nyata bahwa anak muda mampu menjadi pionir perubahan. Pemerintah mendukung inisiatif-inisiatif semacam ini sebagai mitra strategis,” ujarnya.
Tidak hanya melakukan pembersihan, Pandawara juga aktif mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya pengelolaan sampah, memilah limbah rumah tangga, dan menjaga ekosistem sungai. Mereka juga mendorong komunitas lokal untuk menjaga area yang telah dibersihkan agar tidak kembali tercemar.
Meski banyak mendapat dukungan, tantangan tetap ada. Beberapa lokasi yang mereka datangi tidak mudah diakses, serta kurangnya alat berat membuat pekerjaan lebih berat. Selain itu, mereka mengaku sering menemui resistensi dari sebagian warga yang menganggap aktivitas mereka mengganggu atau sia-sia.
Namun, semangat mereka tidak luntur. “Kami yakin perubahan dimulai dari langkah kecil. Kalau satu sungai bisa bersih, kenapa yang lain tidak?” tutur Hasbi dengan optimisme.
Gerakan Pandawara telah menjadi bukti bahwa kecintaan pada alam bisa menjelma menjadi aksi kolektif yang berdampak. Dari hobi menjelajah alam, menjadi suara lantang untuk sungai yang terabaikan. Kini, Pandawara bukan hanya komunitas, tetapi juga simbol harapan bagi masa depan lingkungan Indonesia.
Komentar
Posting Komentar