Dari Sungai Menjadi
Sumber Penyakit: Ciliwung Depok Kian Terluka
Sungai Ciliwung di wilayah Sawangan, Depok, tak lagi jadi sumber kehidupan. Airnya keruh, berbau, dan mulai membawa dampak kesehatan bagi warga. Lingkungan rusak, solusi belum terasa nyata.
Depok,
23 April 2025 —
Sungai Ciliwung yang melintasi wilayah Sawangan, Depok, kini dalam
kondisi yang mengkhawatirkan. Airnya gelap, penuh sampah, dan sering
mengeluarkan bau tak sedap. Warga sekitar bantaran sungai mulai merasakan
dampaknya, mulai dari iritasi kulit hingga gangguan pencernaan.
Bagi
sebagian warga Sawangan yang belum mendapat akses air bersih secara penuh,
sungai masih dijadikan alternatif darurat untuk mandi dan mencuci. Namun,
kondisi sungai yang semakin kotor membuat penggunaan airnya membawa risiko
kesehatan yang nyata.
Beberapa
keluarga mengeluhkan anak-anak mereka sering mengalami gatal-gatal setelah
bermain di sekitar sungai. Saat musim kemarau dan aliran air bersih dari PAM
tersendat, sungai tetap menjadi andalan, meskipun mereka sadar bahayanya.
Tumpukan
sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah sabun dan deterjen terlihat
mengambang di permukaan. Banyak saluran air rumah tangga di Sawangan yang
langsung bermuara ke sungai, memperparah kondisi aliran.
Pemerintah
sudah mengadakan kegiatan bersih sungai dan pemasangan imbauan di beberapa
titik, tapi perubahan besar belum dirasakan warga. Aliran limbah terus
mengalir, dan kesadaran sebagian masyarakat masih rendah.
Kelompok-kelompok
pecinta lingkungan mulai angkat suara, mendesak agar Sungai Ciliwung di
Sawangan dijadikan prioritas penanganan. Mereka mendorong adanya sistem
pengolahan limbah terpadu dan peningkatan patroli sungai agar pencemaran bisa
ditekan.
Jika
kondisi ini dibiarkan, bukan hanya sungainya yang mati, tapi juga kesehatan
warga yang terganggu. Ciliwung di Sawangan bukan sekadar sungai—ia bagian dari
kehidupan. Dan saat sungai itu sakit, warganya ikut menanggung luka.
Komentar
Posting Komentar